Perkuat Ketahanan Pangan, Sebanyak 1.213 KK di Koto Sani Terima 36 Ton Beras 36 Ton Beras
Admin Sumbarjaya.id
•
18 September 2026, 01:42 WIB
•
19 views
Koto Sani, Sumbarjay.id - Pemerintah Kabupaten Solok menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa bantuan beras periode Juli 2026 kepada masyarakat Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kamis (17/9/2026).
Sebanyak 36 ton beras telah disalurkan kepada sebanyak 1.213 kepala keluarga (KK) penerima manfaat. Penyaluran tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP Posyandu Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Ir. Syoufitri, Wali Nagari Koto Sani Erinal Dianto, Ketua TP-PKK Nagari Koto Sani, serta para orang tua penerima manfaat balita.
Selain bantuan beras, perhatian juga diberikan terhadap pemenuhan gizi anak usia balita.
Sebanyak 46 balita di Nagari Koto Sani mendapatkan masing-masing satu kilogram kacang hijau atau kacang padi sebagai tambahan pangan untuk mendukung kebutuhan gizi mereka.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, mengatakan TP PKK memiliki peran penting dalam mendorong pemenuhan pangan dan peningkatan gizi keluarga, khususnya bagi anak usia balita.
“Dengan adanya TP-PKK sebagai Bunda Ketahanan Pangan, untuk balita di Nagari Koto Sani terdapat 46 balita yang mendapatkan satu kilogram kacang hijau atau kacang padi. Ini untuk mendukung peningkatan gizi anak kita,” ujarnya.
Ia menekankan, pemenuhan gizi anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran orang tua sangat penting dalam memastikan anak mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi di rumah.
Nia juga mengimbau para orang tua agar mengutamakan makanan yang diolah secara alami untuk balita serta mengurangi penggunaan bahan penyedap maupun makanan dan minuman yang kurang baik bagi kesehatan anak.
Usai penyaluran bantuan pangan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan 8.000 ekor bibit lele kepada kelompok perikanan di Jorong Padang Balimbiang, Nagari Koto Sani.
Ny. Nia Jon Firman Pandu turut turun langsung menebarkan bibit lele ke kolam pembesaran.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok, Ir. Syoufitri, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh kelompok penerima sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat sumber pangan masyarakat.
“Bibit lele yang kita salurkan sekitar 8.000 ekor. Kita berharap ini dapat memperkuat cadangan pangan Kabupaten Solok dan juga mendukung ketahanan pangan Sumatera Barat,” kata Syoufitri.
Sementara itu, Wali Nagari Koto Sani Erinal Dianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Solok, khususnya Ketua TP-PKK serta Dinas Perikanan dan Pangan, atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, bantuan beras, pangan tambahan bagi balita, serta bibit lele memberikan manfaat langsung sekaligus membuka peluang pengembangan sumber pangan lokal di tengah masyarakat.
Penyaluran tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi dapat mendorong masyarakat Nagari Koto Sani semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga serta mengembangkan potensi pangan berbasis masyarakat. (Yef)
Sebanyak 36 ton beras telah disalurkan kepada sebanyak 1.213 kepala keluarga (KK) penerima manfaat. Penyaluran tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP Posyandu Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Ir. Syoufitri, Wali Nagari Koto Sani Erinal Dianto, Ketua TP-PKK Nagari Koto Sani, serta para orang tua penerima manfaat balita.
Selain bantuan beras, perhatian juga diberikan terhadap pemenuhan gizi anak usia balita.
Sebanyak 46 balita di Nagari Koto Sani mendapatkan masing-masing satu kilogram kacang hijau atau kacang padi sebagai tambahan pangan untuk mendukung kebutuhan gizi mereka.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, mengatakan TP PKK memiliki peran penting dalam mendorong pemenuhan pangan dan peningkatan gizi keluarga, khususnya bagi anak usia balita.
“Dengan adanya TP-PKK sebagai Bunda Ketahanan Pangan, untuk balita di Nagari Koto Sani terdapat 46 balita yang mendapatkan satu kilogram kacang hijau atau kacang padi. Ini untuk mendukung peningkatan gizi anak kita,” ujarnya.
Ia menekankan, pemenuhan gizi anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran orang tua sangat penting dalam memastikan anak mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi di rumah.
Nia juga mengimbau para orang tua agar mengutamakan makanan yang diolah secara alami untuk balita serta mengurangi penggunaan bahan penyedap maupun makanan dan minuman yang kurang baik bagi kesehatan anak.
Usai penyaluran bantuan pangan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan 8.000 ekor bibit lele kepada kelompok perikanan di Jorong Padang Balimbiang, Nagari Koto Sani.
Ny. Nia Jon Firman Pandu turut turun langsung menebarkan bibit lele ke kolam pembesaran.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok, Ir. Syoufitri, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh kelompok penerima sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat sumber pangan masyarakat.
“Bibit lele yang kita salurkan sekitar 8.000 ekor. Kita berharap ini dapat memperkuat cadangan pangan Kabupaten Solok dan juga mendukung ketahanan pangan Sumatera Barat,” kata Syoufitri.
Sementara itu, Wali Nagari Koto Sani Erinal Dianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Solok, khususnya Ketua TP-PKK serta Dinas Perikanan dan Pangan, atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, bantuan beras, pangan tambahan bagi balita, serta bibit lele memberikan manfaat langsung sekaligus membuka peluang pengembangan sumber pangan lokal di tengah masyarakat.
Penyaluran tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi dapat mendorong masyarakat Nagari Koto Sani semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga serta mengembangkan potensi pangan berbasis masyarakat. (Yef)