Pemko Padang Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pacu Akselerasi Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur
Admin Sumbarjaya.id
•
04 September 2026, 02:57 WIB
•
39 views
Padang, Sumbarjaya.id - Pemerintah Kota (Pemko) Kota Padang, Sumatera Barat melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) terus memacu akselerasi pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur jalan lingkungan dan saluran drainase dilingkungan perumahan warga, Kamis (3/9/2026).
Upaya strategis tersebut kembali digencarkan, ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar di kawasan permukiman warga di Padang.
Kepala Dinas Perkim Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan bahwa capaian realisasi dalam pembangunan pada tahun 2025 lalu mencatatkan tren, yang sangat positif, bahkan berhasil melampaui target sasaran biasanya.
Dari data institusi yang diperoleh, pembangunan jalan lingkungan yang awalnya diproyeksikan sepanjang 14 kilometer sukses direalisasikan hingga 15,13 kilometer.
"Tidak hanya itu saja, pembangunan saluran drainase dari target awal 2 kilometer melonjak drastis dengan realisasi mencapai 5,505 kilometer," ujar Tri.
"Pada tahun 2025 lalu target pembangunan jalan sepanjang 14 kilometer, dan terealisasi 15,13 kilometer. Realisasi tersebut melebihi target yang telah ditetapkan," katanya.
Dalam berfokus pada proyek pembangunan infrastruktur baru, Dinas Perkim Kota Padang juga menitikberatkan perhatian pada pemeliharaan utilitas yang sudah ada di Kota Padang.
Ada tercatat di tahun 2025, program pemeliharaan drainase lingkungan dengan spesifikasi yang lebarnya di bawah 60 sentimeter ditargetkan akan rampung sepanjang 0,4 kilometer, namun pada praktiknya mampu direalisasikan hingga menyentuh angka 0,55 kilometer.
Saat memasuki paruh kedua pada tahun 2026, ia memastikan bahwa sederet kegiatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur kerakyatan tersebut masih terus dikebut.
Pada tahun ini, Dinas Perkim merancang target pembangunan jalan lingkungan baru sepanjang 17,8 kilometer beserta pemeliharaannya yang mencakup 5,3 kilometer.
Untuk sektor tata air permukiman, pembangunan saluran drainase baru ditargetkan mencapai 1 kilometer yang diiringi dengan pemeliharaan drainase sepanjang 2,1 kilometer.
"Di tahun 2026 ini masih berjalan. Untuk jalan lingkungan, target pembangunan 17,8 kilometer dan pemeliharaan 5,3 kilometer. Sedangkan drainase, pembangunan baru ditargetkan 1 kilometer dan pemeliharaan 2,1 kilometer," tambahnya.
Ia juga menguraikan pemetaan kondisi infrastruktur terkini di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.
Untuk keseluruhannya, ada sebanyak 76 persen jalan lingkungan di Kota Padang, saat ini sudah berada dalam kondisi mantap atau baik, disusul 3 persen dalam kondisi rusak ringan, dan tersisa 21 persen yang masuk kategori rusak berat.
Sementara, untuk potret saluran drainase, sebanyak 59 persen terpantau dalam kondisi baik, 22 persen mengalami rusak ringan, dan 19 persen sisanya masih tergolong rusak berat.
Menurutnya, eskalasi kebutuhan pengerjaan dan perbaikan utilitas publik ini sangat dipengaruhi oleh laju perkembangan kawasan permukiman di Kota Padang yang terus merangkak naik setiap tahunnya seiring pertumbuhan demografi.
Untuk jalan dan juga drainase di kawasan permukiman terus bertambah seiring berkembangnya kawasan permukiman yang baru.
Permukiman warga yang baru dibangun dan membutuhkan penanganan terhadap jalan dan drainase," katanya. ( i )