Kabupaten Solok Perkuat Gerakan Bank Sampah, Sebanyak 20 Pengurus Resmi Dikukuhkan
Admin Sumbarjaya.id
•
02 September 2026, 03:58 WIB
•
69 views
Kabupaten Solok, Sumbarjaya.id - Pemerintah Kabupaten Solok bersama dunia usaha dan organisasi masyarakat sipil terus memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Sebanyak 20 pengurus Forum Bank Sampah Kabupaten Solok resmi dikukuhkan, pada Selasa (1/9/2026).
Hal ini sebagai langkah untuk memperkuat koordinasi dan jejaring bank sampah di daerah. Forum tersebut merupakan inisiatif PT Tirta Investama AQUA Solok bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat.
Forum Bank Sampah Kabupaten Solok disebut sebagai forum bank sampah pertama di Sumatera Barat yang diharapkan menjadi wadah bersama dalam mendorong pengelolaan sampah dari sumber.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Solok, Zaitul Ikhlas, menyampaikan bahwa keterbatasan sumber daya pemerintah bukan berarti agenda pengelolaan lingkungan harus berhenti.
Kondisi tersebut justru membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, akademisi, nagari, dan masyarakat.
Menurut Zaitul, dunia usaha dan organisasi masyarakat sipil dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan masyarakat, memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas, serta menghadirkan inovasi pengelolaan lingkungan di tingkat komunitas.
Hingga tahun 2026, Kabupaten Solok telah memiliki satu Bank Sampah Induk (BSI) dan 11 Bank Sampah Unit (BSU) yang aktif melakukan pemilahan, pengumpulan, serta pemanfaatan kembali sampah.
Keberadaan bank sampah tersebut menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
Namun, perkembangan tersebut masih membutuhkan penguatan koordinasi dan komunikasi antarpengelola bank sampah.
Kehadiran forum diharapkan mampu menyatukan berbagai gerakan yang telah tumbuh di tengah masyarakat agar berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kepala Pabrik AQUA Solok, Deden, mengatakan Forum Bank Sampah Kabupaten Solok diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyatukan visi sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan.
“Forum Bank Sampah Kabupaten Solok diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyatukan visi, memperkuat kapasitas kelembagaan, membangun komunikasi antarbank sampah, serta berkontribusi dalam penurunan volume sampah yang dibuang ke TPA,” ujar Deden.
PT Tirta Investama AQUA Solok melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi salah satu pihak yang mendukung pengembangan bank sampah dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara PKBI Sumatera Barat berperan dalam penguatan kelembagaan, edukasi kesehatan lingkungan, pemberdayaan komunitas, dan pengembangan kolaborasi multipihak.
Sekretaris Pengurus PKBI Sumatera Barat, Firdaus Jamal, menyampaikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan bank sampah.
Menurutnya, pengelolaan sampah bukan hanya persoalan kebersihan dan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan perubahan perilaku masyarakat serta peluang menciptakan nilai tambah secara ekonomi. Kegiatan pengukuhan juga dirangkaikan dengan talkshow yang menghadirkan tiga perspektif penting.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok membahas kebijakan dan kolaborasi menuju Solok bebas sampah.
Program Manager Susdev Danone Indonesia membahas praktik ekonomi sirkular dan tanggung jawab dunia usaha.
Sementara, akademisi Teknik Lingkungan Universitas Andalas membahas peran masyarakat, inovasi, dan praktik baik pengelolaan sampah dari sumber.
Dengan dikukuhkannya Forum Bank Sampah Kabupaten Solok, gerakan pengelolaan sampah di daerah diharapkan semakin terorganisasi. Forum ini juga menjadi momentum untuk mengubah paradigma bahwa sampah bukan semata-mata sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi.
Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, NGO, nagari, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.
Kabupaten Solok diharapkan mampu menjadi contoh dalam mengembangkan ekonomi sirkular dengan memulai pengelolaan sampah dari sumber. (Yef)
Sebanyak 20 pengurus Forum Bank Sampah Kabupaten Solok resmi dikukuhkan, pada Selasa (1/9/2026).
Hal ini sebagai langkah untuk memperkuat koordinasi dan jejaring bank sampah di daerah. Forum tersebut merupakan inisiatif PT Tirta Investama AQUA Solok bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat.
Forum Bank Sampah Kabupaten Solok disebut sebagai forum bank sampah pertama di Sumatera Barat yang diharapkan menjadi wadah bersama dalam mendorong pengelolaan sampah dari sumber.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Solok, Zaitul Ikhlas, menyampaikan bahwa keterbatasan sumber daya pemerintah bukan berarti agenda pengelolaan lingkungan harus berhenti.
Kondisi tersebut justru membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, akademisi, nagari, dan masyarakat.
Menurut Zaitul, dunia usaha dan organisasi masyarakat sipil dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan masyarakat, memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas, serta menghadirkan inovasi pengelolaan lingkungan di tingkat komunitas.
Hingga tahun 2026, Kabupaten Solok telah memiliki satu Bank Sampah Induk (BSI) dan 11 Bank Sampah Unit (BSU) yang aktif melakukan pemilahan, pengumpulan, serta pemanfaatan kembali sampah.
Keberadaan bank sampah tersebut menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
Namun, perkembangan tersebut masih membutuhkan penguatan koordinasi dan komunikasi antarpengelola bank sampah.
Kehadiran forum diharapkan mampu menyatukan berbagai gerakan yang telah tumbuh di tengah masyarakat agar berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kepala Pabrik AQUA Solok, Deden, mengatakan Forum Bank Sampah Kabupaten Solok diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyatukan visi sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan.
“Forum Bank Sampah Kabupaten Solok diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyatukan visi, memperkuat kapasitas kelembagaan, membangun komunikasi antarbank sampah, serta berkontribusi dalam penurunan volume sampah yang dibuang ke TPA,” ujar Deden.
PT Tirta Investama AQUA Solok melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi salah satu pihak yang mendukung pengembangan bank sampah dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara PKBI Sumatera Barat berperan dalam penguatan kelembagaan, edukasi kesehatan lingkungan, pemberdayaan komunitas, dan pengembangan kolaborasi multipihak.
Sekretaris Pengurus PKBI Sumatera Barat, Firdaus Jamal, menyampaikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan bank sampah.
Menurutnya, pengelolaan sampah bukan hanya persoalan kebersihan dan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan perubahan perilaku masyarakat serta peluang menciptakan nilai tambah secara ekonomi. Kegiatan pengukuhan juga dirangkaikan dengan talkshow yang menghadirkan tiga perspektif penting.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok membahas kebijakan dan kolaborasi menuju Solok bebas sampah.
Program Manager Susdev Danone Indonesia membahas praktik ekonomi sirkular dan tanggung jawab dunia usaha.
Sementara, akademisi Teknik Lingkungan Universitas Andalas membahas peran masyarakat, inovasi, dan praktik baik pengelolaan sampah dari sumber.
Dengan dikukuhkannya Forum Bank Sampah Kabupaten Solok, gerakan pengelolaan sampah di daerah diharapkan semakin terorganisasi. Forum ini juga menjadi momentum untuk mengubah paradigma bahwa sampah bukan semata-mata sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi.
Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, NGO, nagari, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.
Kabupaten Solok diharapkan mampu menjadi contoh dalam mengembangkan ekonomi sirkular dengan memulai pengelolaan sampah dari sumber. (Yef)