Juara Pembinaan Koperasi Sumbar 2016, Pemko Padang Panjang Panen Apresiasi Atas Pemberdayaan UMKM Syariah
Admin Sumbarjaya.id
•
27 Agustus 2026, 03:36 WIB
•
28 views
Padang Panjang, Sumbarjaya.id -Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Kali ini, kota berjuluk "Serambi Mekkah" tersebut meraih penghargaan sebagai Pemerintah Kota terbaik dalam pelaksanaan program pendampingan, pemberdayaan, dan pengembangan gerakan koperasi tahun 2026 se-Sumatera Barat. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemko dalam membangun ekonomi kerakyatan yang sehat dan mandiri.
Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, dalam rangkaian Upacara Penurunan Bendera peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 di Lapangan Istana Gubernur Sumbar. Secara resmi, penghargaan diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Padang Panjang, Zia Ul Fikri, mewakili Wali Kota Hendri Arnis.
Keberhasilan ini tidak lepas dari sejumlah strategi pembinaan yang dijalankan Pemko Padang Panjang. Fokus utama meliputi fasilitasi pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih Syariah (KKMPS), pembekalan intensif bagi pengurus dan pengawas, serta pelatihan administrasi dan penyusunan laporan keuangan yang akuntabel. Selain itu, Pemko juga melibatkan Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk memastikan operasional koperasi berjalan sesuai prinsip syariah.
Zia Ul Fikri menjelaskan bahwa seluruh KKMPS di Kota Padang Panjang telah berhasil melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk Tahun Buku 2025. Tidak hanya itu, sebanyak 41 koperasi aktif lainnya juga telah menyelesaikan RAT mereka. Pemko juga telah melakukan penilaian kesehatan terhadap 22 koperasi, disertai dengan pengawasan berkala untuk memastikan tata kelola yang transparan dan profesional. "Ini merupakan apresiasi dari Pemprov atas upaya pengembangan dan pemberdayaan gerakan koperasi yang dilakukan Padang Panjang," ujar Zia.
Wali Kota Hendri Arnis menilai penghargaan ini sebagai hasil kerja kolektif berbagai pihak dalam mendorong koperasi agar semakin aktif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, capaian ini bukan titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas pengelolaan dan kemandirian koperasi. "Penghargaan ini sekaligus menjadi dorongan bagi kita untuk terus memperkuat pembinaan koperasi, terutama dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan dan kemandirian koperasi di daerah," pungkasnya.( edi)
Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, dalam rangkaian Upacara Penurunan Bendera peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 di Lapangan Istana Gubernur Sumbar. Secara resmi, penghargaan diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Padang Panjang, Zia Ul Fikri, mewakili Wali Kota Hendri Arnis.
Keberhasilan ini tidak lepas dari sejumlah strategi pembinaan yang dijalankan Pemko Padang Panjang. Fokus utama meliputi fasilitasi pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih Syariah (KKMPS), pembekalan intensif bagi pengurus dan pengawas, serta pelatihan administrasi dan penyusunan laporan keuangan yang akuntabel. Selain itu, Pemko juga melibatkan Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk memastikan operasional koperasi berjalan sesuai prinsip syariah.
Zia Ul Fikri menjelaskan bahwa seluruh KKMPS di Kota Padang Panjang telah berhasil melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk Tahun Buku 2025. Tidak hanya itu, sebanyak 41 koperasi aktif lainnya juga telah menyelesaikan RAT mereka. Pemko juga telah melakukan penilaian kesehatan terhadap 22 koperasi, disertai dengan pengawasan berkala untuk memastikan tata kelola yang transparan dan profesional. "Ini merupakan apresiasi dari Pemprov atas upaya pengembangan dan pemberdayaan gerakan koperasi yang dilakukan Padang Panjang," ujar Zia.
Wali Kota Hendri Arnis menilai penghargaan ini sebagai hasil kerja kolektif berbagai pihak dalam mendorong koperasi agar semakin aktif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, capaian ini bukan titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas pengelolaan dan kemandirian koperasi. "Penghargaan ini sekaligus menjadi dorongan bagi kita untuk terus memperkuat pembinaan koperasi, terutama dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan dan kemandirian koperasi di daerah," pungkasnya.( edi)