17 Sep 2026
SUMBARJAYA.ID SUMBARJAYA.ID
Terpopuler
Empat Calon Wali Nagari Lingkuang Aua Kabupaten Pasaman Barat Resmi Miliki Nomor Urut Tahapan Pilwana diduga Semakin Memanas Kebakaran Mobil Sedan di Lingkuang Aua, Api Diduga Berasal dari Las Karbit, Peristiwa ini Tidak Ada Korban Jiwa Alex Samurken Sutan Sati Ajak Pemuda dan Elemen Masyarakat Bersinergi Bangun Saniang Baka Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah Ketuk Palu, Perubahan APBD Tahun 2026 Resmi Disepakati Sebesar Rp1,41 Triliun Survei Lapangan Jalan Lintas Sumbar, Pelebaran Direncanakan di Polongan Enam, di Kawasan Hutan Lindung Aman Pemkab Pasaman Barat Sambut Pimpinan Baru Pengadilan Negeri Pasaman Barat, Perkuat Sinergi Forkopimda Aroma Malamang Tercium Wangi, Digelar di Masjid Raya IKK Ali Mukhni Sekda Doddy San Ismail Dikukuhkan Jadi Ketua HKTI Pasaman Barat Periode 2026-2031 Empat Calon Wali Nagari Lingkuang Aua Kabupaten Pasaman Barat Resmi Miliki Nomor Urut Tahapan Pilwana diduga Semakin Memanas Kebakaran Mobil Sedan di Lingkuang Aua, Api Diduga Berasal dari Las Karbit, Peristiwa ini Tidak Ada Korban Jiwa Alex Samurken Sutan Sati Ajak Pemuda dan Elemen Masyarakat Bersinergi Bangun Saniang Baka Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah Ketuk Palu, Perubahan APBD Tahun 2026 Resmi Disepakati Sebesar Rp1,41 Triliun Survei Lapangan Jalan Lintas Sumbar, Pelebaran Direncanakan di Polongan Enam, di Kawasan Hutan Lindung Aman Pemkab Pasaman Barat Sambut Pimpinan Baru Pengadilan Negeri Pasaman Barat, Perkuat Sinergi Forkopimda Aroma Malamang Tercium Wangi, Digelar di Masjid Raya IKK Ali Mukhni Sekda Doddy San Ismail Dikukuhkan Jadi Ketua HKTI Pasaman Barat Periode 2026-2031
Pemerintahan

Inalillahi Wainnailaihi Raji'un Kabar Duka, kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Syaiful Bahri Biasa di Panggil Pak Pung, di Kabarkan Berpulang ke Rahmatullah di Usia 59 Tahun

Admin Sumbarjaya.id 05 September 2026, 13:49 WIB 54 views
Inalillahi Wainnailaihi Raji'un Kabar Duka, kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Syaiful Bahri Biasa di Panggil Pak Pung, di Kabarkan Berpulang ke Rahmatullah di Usia 59 Tahun
Padang, Sumbarjaya.id - Kabar duka kembali menyelimuti Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaiful Bahri, yang akrab disapa "Pak Pung", dikabarkan berpulang ke rahmatullah pada Sabtu (5/9/2026) di usia 59 tahun.

Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga bagi jajaran pemerintahan, kolega, dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok pengabdi yang rendah hati dan mudah diajak berdiskusi.

Almarhum Syaiful Bahri, dikenal bukan sekadar pejabat struktural, melainkan mitra diskusi yang terbuka bagi berbagai kalangan.

Jejak pengabdiannya cukup panjang, dimulai dari Pemerintah Kota Padang Panjang di mana ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata, sebelum akhirnya mengemban amanah di Kota Padang dan puncak kariernya di Pemprov Sumbar sebagai Kadis Kebudayaan.

Bagi banyak pihak, termasuk Ketua JKIP Padang Panjang Rifnaldi, almarhum adalah teman diskusi ideal mengenai isu pendidikan, pariwisata, hingga kebudayaan daerah.

Almarhum menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (5/9/2026). Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Koto Baru No. 14 A, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, dan disalatkan di Masjid Nurul Ikhlas.

Sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga kawasan Andalas, Kota Padang, jenazah terlebih dahulu dibawa ke Kantor Gubernur Sumbar untuk pelepasan secara kedinasan sebagai bentuk penghormatan negara.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang turut hadir melayat, menekankan bahwa Almarhum Syaiful Bahri adalah sosok dengan dedikasi tinggi yang telah bekerja sama dengannya sejak masa jabatan Mahyeldi sebagai Wali Kota Padang.

"Beliau adalah pribadi yang baik dan penuh dedikasi. Semua tugas dijalankan dengan baik," ujar Gubernur Mahyeldi.

Kehilangan ini terasa berat karena almarhum merupakan figur yang menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dengan gaya yang cair dan tidak kaku.

Ia mengungkapkan keterkejutan atas kepergian mendadak tersebut, mengingat mereka baru saja berdiskusi mengenai persiapan Festival 50 Tahun Museum Adityawarman bersama Wali Kota Padang Fadly Amran.

"Ruang diskusi itu kini telah terhenti," ucapnya sedih. Gubernur Mahyeldi mendoakan agar seluruh amal ibadah dan kontribusi almarhum bagi daerah menjadi pahala yang mengalir, serta meminta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat yang mulia di sisi-Nya," tutup Gubernur. (  i  ) 
Bagikan artikel ini: