Hadapi Kedaruratan, BPBD Kabupaten Solok Tingkatkan Kompetensi Tim Reaksi Cepat
Admin Sumbarjaya.id
•
04 September 2026, 10:36 WIB
•
34 views
Kabupaten Solok, Sumbarjaya.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok terus memperkuat kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan bencana. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) yang diikuti seluruh personel TRC BPBD Kabupaten Solok, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini menjadi bagian dari agenda rutin BPBD Kabupaten Solok dalam meningkatkan kompetensi teknis, kedisiplinan, kebugaran, kemampuan operasional, serta profesionalisme personel dalam melaksanakan tugas penanggulangan bencana.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam pagi yang diikuti seluruh personel TRC. Selain menjaga kebugaran, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan fisik mengingat personel TRC dituntut selalu siap diterjunkan ke lapangan dalam berbagai kondisi dan situasi.
Selanjutnya, personel mendapatkan materi peningkatan kapasitas teknis penggunaan drone yang disampaikan langsung oleh Pilot Drone BNPB.
Materi tersebut memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi drone dalam mendukung operasi penanggulangan bencana.
Penggunaan drone memiliki peran penting dalam mempercepat pengumpulan informasi di lapangan, terutama untuk memantau kondisi wilayah terdampak, melakukan dokumentasi, memperoleh gambaran situasi dari udara, serta mendukung pemetaan wilayah dalam operasi kebencanaan.
Tidak hanya kemampuan teknologi, personel TRC juga mengikuti pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Pelatihan ini ditujukan untuk membentuk kedisiplinan, kekompakan, ketepatan gerak, koordinasi dan kesiapan personel dalam menjalankan tugas secara terorganisir.
Rangkaian pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi penyelamatan di air atau water rescue. Materi ini menjadi salah satu kemampuan penting bagi TRC mengingat kondisi geografis Kabupaten Solok memiliki kawasan perairan dan potensi risiko kejadian darurat di wilayah tersebut.
Untuk mengukur kesiapan dan keterampilan personel, kegiatan ditutup dengan simulasi penyelamatan di Danau Singkarak.
Simulasi menjadi sarana bagi personel untuk mempraktikkan secara langsung teknik penyelamatan di air sekaligus meningkatkan koordinasi dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan dibuka oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Khairul, S.Sos.
Turut hadir Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana (PERB) BNPB, Dr. Ir. Udrekh, S.E., M.Sc., yang turut memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang kebencanaan di Kabupaten Solok.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok, Nopelius, S.T., M.T., mengatakan bahwa peningkatan kapasitas TRC merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kesiapan personel.
Menurutnya, personel TRC harus memiliki kemampuan yang terus diperbarui, baik dari sisi teknis, fisik, kedisiplinan maupun kemampuan bekerja dalam tim.
Hal tersebut diperlukan agar setiap personel mampu menjalankan tugas secara cepat, tepat dan terukur ketika menghadapi kondisi kedaruratan.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kapasitas, profesionalisme, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan TRC agar senantiasa siap memberikan respons yang cepat, tepat, efektif, dan terukur dalam setiap operasi penanggulangan bencana,” ujar Nopelius.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas tidak hanya dilakukan melalui pemberian materi, tetapi juga melalui praktik dan simulasi.
Dengan demikian, personel dapat memahami prosedur sekaligus memiliki pengalaman menghadapi kondisi yang menyerupai situasi sebenarnya di lapangan.
“TRC yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang baik akan semakin siap memberikan respons terbaik kepada masyarakat dalam setiap kejadian bencana,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Solok berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan kesiapan TRC sebagai garda terdepan dalam respons awal penanganan bencana.
Dengan personel yang terlatih, disiplin dan profesional, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dalam setiap kondisi kedaruratan dapat dilakukan secara cepat, efektif dan terukur. (Yef)
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini menjadi bagian dari agenda rutin BPBD Kabupaten Solok dalam meningkatkan kompetensi teknis, kedisiplinan, kebugaran, kemampuan operasional, serta profesionalisme personel dalam melaksanakan tugas penanggulangan bencana.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam pagi yang diikuti seluruh personel TRC. Selain menjaga kebugaran, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan fisik mengingat personel TRC dituntut selalu siap diterjunkan ke lapangan dalam berbagai kondisi dan situasi.
Selanjutnya, personel mendapatkan materi peningkatan kapasitas teknis penggunaan drone yang disampaikan langsung oleh Pilot Drone BNPB.
Materi tersebut memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi drone dalam mendukung operasi penanggulangan bencana.
Penggunaan drone memiliki peran penting dalam mempercepat pengumpulan informasi di lapangan, terutama untuk memantau kondisi wilayah terdampak, melakukan dokumentasi, memperoleh gambaran situasi dari udara, serta mendukung pemetaan wilayah dalam operasi kebencanaan.
Tidak hanya kemampuan teknologi, personel TRC juga mengikuti pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Pelatihan ini ditujukan untuk membentuk kedisiplinan, kekompakan, ketepatan gerak, koordinasi dan kesiapan personel dalam menjalankan tugas secara terorganisir.
Rangkaian pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi penyelamatan di air atau water rescue. Materi ini menjadi salah satu kemampuan penting bagi TRC mengingat kondisi geografis Kabupaten Solok memiliki kawasan perairan dan potensi risiko kejadian darurat di wilayah tersebut.
Untuk mengukur kesiapan dan keterampilan personel, kegiatan ditutup dengan simulasi penyelamatan di Danau Singkarak.
Simulasi menjadi sarana bagi personel untuk mempraktikkan secara langsung teknik penyelamatan di air sekaligus meningkatkan koordinasi dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan dibuka oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Khairul, S.Sos.
Turut hadir Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana (PERB) BNPB, Dr. Ir. Udrekh, S.E., M.Sc., yang turut memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang kebencanaan di Kabupaten Solok.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok, Nopelius, S.T., M.T., mengatakan bahwa peningkatan kapasitas TRC merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kesiapan personel.
Menurutnya, personel TRC harus memiliki kemampuan yang terus diperbarui, baik dari sisi teknis, fisik, kedisiplinan maupun kemampuan bekerja dalam tim.
Hal tersebut diperlukan agar setiap personel mampu menjalankan tugas secara cepat, tepat dan terukur ketika menghadapi kondisi kedaruratan.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kapasitas, profesionalisme, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan TRC agar senantiasa siap memberikan respons yang cepat, tepat, efektif, dan terukur dalam setiap operasi penanggulangan bencana,” ujar Nopelius.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas tidak hanya dilakukan melalui pemberian materi, tetapi juga melalui praktik dan simulasi.
Dengan demikian, personel dapat memahami prosedur sekaligus memiliki pengalaman menghadapi kondisi yang menyerupai situasi sebenarnya di lapangan.
“TRC yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang baik akan semakin siap memberikan respons terbaik kepada masyarakat dalam setiap kejadian bencana,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Solok berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan kesiapan TRC sebagai garda terdepan dalam respons awal penanganan bencana.
Dengan personel yang terlatih, disiplin dan profesional, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dalam setiap kondisi kedaruratan dapat dilakukan secara cepat, efektif dan terukur. (Yef)