Dari Sawah Hingga Pascapanen, Bupati Solok Siapkan Rp54,78 Miliar Untuk Petani Solok
Admin Sumbarjaya.id
•
28 Agustus 2026, 09:32 WIB
•
57 views
Kabupaten Solok, Sumbarjaya.id - Pemerintah Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Bupati Solok Dr. (H.C) Jon Firman Pandu, SH terus menggenjot pemulihan dan penguatan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Solok pada tahun 2025.
Bencana yang berdampak terhadap lahan pertanian, jaringan irigasi serta akses menuju kawasan produksi tidak menyurutkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan sektor pertanian kembali bergerak, Kamis (28/8/2026).
Berbagai program pemulihan dan pembangunan infrastruktur pertanian terus didorong melalui sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
Dukungan anggaran yang diarahkan untuk sektor pertanian mencapai Rp54.787.872.924 atau sekitar Rp54,78 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari APBN, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan APBD Kabupaten Solok.
Anggaran puluhan miliar rupiah tersebut diarahkan untuk program yang menyentuh langsung kebutuhan petani, mulai dari pemulihan sawah terdampak bencana, optimalisasi lahan, penguatan jaringan irigasi, pembangunan jalan usaha tani hingga penyediaan fasilitas pascapanen.
1.247 Hektare Sawah Terdampak Dipulihkan Salah satu program utama menyasar lahan sawah yang terdampak bencana. Sebanyak 1.247 hektare sawah mendapatkan program optimalisasi dengan dukungan APBN sebesar Rp5,73 miliar.
Selain itu, 253 hektare sawah direhabilitasi dengan dukungan anggaran sebesar Rp3,41 miliar.
Pemerintah juga memperoleh dukungan APBN sebesar Rp23,39 miliar untuk optimalisasi lahan nonrawa seluas 5.086 hektare.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan lahan sekaligus mendongkrak produktivitas pertanian Kabupaten Solok.
Irigasi dan Jalan Usaha Tani Diperkuat
Pemulihan lahan pertanian tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan air dan akses transportasi. Karena itu, pembangunan infrastruktur pertanian juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Sejumlah program irigasi diperkuat melalui 15 unit operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier, 33 unit irigasi perpipaan serta 24 unit irigasi perpompaan dengan dukungan APBN.
Dari APBD Kabupaten Solok, dialokasikan Rp1,07 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi 10 unit jaringan irigasi usaha tani.
Sementara untuk memperlancar akses petani menuju lahan, sebanyak 52 unit jalan usaha tani dibangun dan direhabilitasi dengan anggaran mencapai Rp6,30 miliar.
Pembangunan jalan usaha tani diharapkan memudahkan petani membawa sarana produksi sekaligus mempercepat pengangkutan hasil panen.
Diperkuat hingga Tahap Pascapanen
Pemerintah Kabupaten Solok juga memberikan perhatian terhadap penanganan hasil pertanian setelah panen.
Melalui DAK Fisik, dibangun bangsal pascapanen bawang merah beserta sarana pendukung dengan anggaran Rp2,31 miliar.
Kemudian, bangsal pascapanen cabai beserta sarana pendukung dibangun dengan dukungan anggaran sebesar Rp4,17 miliar.
Fasilitas tersebut diharapkan mampu membantu petani menjaga kualitas hasil produksi, mengurangi potensi kerusakan dan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.
Selain itu, pengembangan komoditas kentang seluas 3 hektare juga mendapatkan dukungan APBD sebesar Rp94,95 juta.
Rp54,78 Miliar untuk Menggerakkan Pertanian
Secara keseluruhan, dukungan anggaran sektor pertanian mencapai Rp54.787.872.924.
Anggaran tersebut diarahkan untuk pemulihan dan optimalisasi sawah terdampak bencana, rehabilitasi sawah, optimalisasi lahan nonrawa, penguatan jaringan irigasi, pembangunan dan rehabilitasi jalan usaha tani, pembangunan fasilitas pascapanen bawang merah dan cabai serta pengembangan komoditas kentang.
Bupati Solok juga mendorong agar pemulihan pascabencana tidak hanya berorientasi pada perbaikan kerusakan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat fondasi pertanian Kabupaten Solok.
Sinergi dengan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam menghadirkan program yang dibutuhkan masyarakat.
Sementara APBD diarahkan untuk memperkuat pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada petani. Bagi pemerintah daerah, pembangunan harus benar-benar dirasakan masyarakat.
Dari sawah yang terdampak, produktivitas harus kembali. Dari irigasi yang diperkuat, produksi harus meningkat. Dari jalan usaha tani yang dibangun, akses petani semakin terbuka.
Dan dari fasilitas pascapanen yang disiapkan, hasil pertanian diharapkan memiliki nilai tambah. Bupati Solok ingin memastikan pembangunan tidak hanya terlihat di pusat pemerintahan, tetapi hadir hingga ke sawah, ladang dan kehidupan masyarakat Kabupaten Solok.
Bencana boleh meninggalkan kerusakan. Namun, pemerintah harus hadir menghadirkan pemulihan dan membuka jalan menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Untuk kedepannya bergerak untuk Memulihkan, Bekerja Menguatkan, Membangun, untuk masyarakat di Kabupaten Solok. ( Yef )
Bencana yang berdampak terhadap lahan pertanian, jaringan irigasi serta akses menuju kawasan produksi tidak menyurutkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan sektor pertanian kembali bergerak, Kamis (28/8/2026).
Berbagai program pemulihan dan pembangunan infrastruktur pertanian terus didorong melalui sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
Dukungan anggaran yang diarahkan untuk sektor pertanian mencapai Rp54.787.872.924 atau sekitar Rp54,78 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari APBN, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan APBD Kabupaten Solok.
Anggaran puluhan miliar rupiah tersebut diarahkan untuk program yang menyentuh langsung kebutuhan petani, mulai dari pemulihan sawah terdampak bencana, optimalisasi lahan, penguatan jaringan irigasi, pembangunan jalan usaha tani hingga penyediaan fasilitas pascapanen.
1.247 Hektare Sawah Terdampak Dipulihkan Salah satu program utama menyasar lahan sawah yang terdampak bencana. Sebanyak 1.247 hektare sawah mendapatkan program optimalisasi dengan dukungan APBN sebesar Rp5,73 miliar.
Selain itu, 253 hektare sawah direhabilitasi dengan dukungan anggaran sebesar Rp3,41 miliar.
Pemerintah juga memperoleh dukungan APBN sebesar Rp23,39 miliar untuk optimalisasi lahan nonrawa seluas 5.086 hektare.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan lahan sekaligus mendongkrak produktivitas pertanian Kabupaten Solok.
Irigasi dan Jalan Usaha Tani Diperkuat
Pemulihan lahan pertanian tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan air dan akses transportasi. Karena itu, pembangunan infrastruktur pertanian juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Sejumlah program irigasi diperkuat melalui 15 unit operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier, 33 unit irigasi perpipaan serta 24 unit irigasi perpompaan dengan dukungan APBN.
Dari APBD Kabupaten Solok, dialokasikan Rp1,07 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi 10 unit jaringan irigasi usaha tani.
Sementara untuk memperlancar akses petani menuju lahan, sebanyak 52 unit jalan usaha tani dibangun dan direhabilitasi dengan anggaran mencapai Rp6,30 miliar.
Pembangunan jalan usaha tani diharapkan memudahkan petani membawa sarana produksi sekaligus mempercepat pengangkutan hasil panen.
Diperkuat hingga Tahap Pascapanen
Pemerintah Kabupaten Solok juga memberikan perhatian terhadap penanganan hasil pertanian setelah panen.
Melalui DAK Fisik, dibangun bangsal pascapanen bawang merah beserta sarana pendukung dengan anggaran Rp2,31 miliar.
Kemudian, bangsal pascapanen cabai beserta sarana pendukung dibangun dengan dukungan anggaran sebesar Rp4,17 miliar.
Fasilitas tersebut diharapkan mampu membantu petani menjaga kualitas hasil produksi, mengurangi potensi kerusakan dan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.
Selain itu, pengembangan komoditas kentang seluas 3 hektare juga mendapatkan dukungan APBD sebesar Rp94,95 juta.
Rp54,78 Miliar untuk Menggerakkan Pertanian
Secara keseluruhan, dukungan anggaran sektor pertanian mencapai Rp54.787.872.924.
Anggaran tersebut diarahkan untuk pemulihan dan optimalisasi sawah terdampak bencana, rehabilitasi sawah, optimalisasi lahan nonrawa, penguatan jaringan irigasi, pembangunan dan rehabilitasi jalan usaha tani, pembangunan fasilitas pascapanen bawang merah dan cabai serta pengembangan komoditas kentang.
Bupati Solok juga mendorong agar pemulihan pascabencana tidak hanya berorientasi pada perbaikan kerusakan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat fondasi pertanian Kabupaten Solok.
Sinergi dengan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam menghadirkan program yang dibutuhkan masyarakat.
Sementara APBD diarahkan untuk memperkuat pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada petani. Bagi pemerintah daerah, pembangunan harus benar-benar dirasakan masyarakat.
Dari sawah yang terdampak, produktivitas harus kembali. Dari irigasi yang diperkuat, produksi harus meningkat. Dari jalan usaha tani yang dibangun, akses petani semakin terbuka.
Dan dari fasilitas pascapanen yang disiapkan, hasil pertanian diharapkan memiliki nilai tambah. Bupati Solok ingin memastikan pembangunan tidak hanya terlihat di pusat pemerintahan, tetapi hadir hingga ke sawah, ladang dan kehidupan masyarakat Kabupaten Solok.
Bencana boleh meninggalkan kerusakan. Namun, pemerintah harus hadir menghadirkan pemulihan dan membuka jalan menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Untuk kedepannya bergerak untuk Memulihkan, Bekerja Menguatkan, Membangun, untuk masyarakat di Kabupaten Solok. ( Yef )