17 Sep 2026
SUMBARJAYA.ID SUMBARJAYA.ID
Terpopuler
Empat Calon Wali Nagari Lingkuang Aua Kabupaten Pasaman Barat Resmi Miliki Nomor Urut Tahapan Pilwana diduga Semakin Memanas Kebakaran Mobil Sedan di Lingkuang Aua, Api Diduga Berasal dari Las Karbit, Peristiwa ini Tidak Ada Korban Jiwa Alex Samurken Sutan Sati Ajak Pemuda dan Elemen Masyarakat Bersinergi Bangun Saniang Baka Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah Ketuk Palu, Perubahan APBD Tahun 2026 Resmi Disepakati Sebesar Rp1,41 Triliun Survei Lapangan Jalan Lintas Sumbar, Pelebaran Direncanakan di Polongan Enam, di Kawasan Hutan Lindung Aman Pemkab Pasaman Barat Sambut Pimpinan Baru Pengadilan Negeri Pasaman Barat, Perkuat Sinergi Forkopimda Aroma Malamang Tercium Wangi, Digelar di Masjid Raya IKK Ali Mukhni Sekda Doddy San Ismail Dikukuhkan Jadi Ketua HKTI Pasaman Barat Periode 2026-2031 Empat Calon Wali Nagari Lingkuang Aua Kabupaten Pasaman Barat Resmi Miliki Nomor Urut Tahapan Pilwana diduga Semakin Memanas Kebakaran Mobil Sedan di Lingkuang Aua, Api Diduga Berasal dari Las Karbit, Peristiwa ini Tidak Ada Korban Jiwa Alex Samurken Sutan Sati Ajak Pemuda dan Elemen Masyarakat Bersinergi Bangun Saniang Baka Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah Ketuk Palu, Perubahan APBD Tahun 2026 Resmi Disepakati Sebesar Rp1,41 Triliun Survei Lapangan Jalan Lintas Sumbar, Pelebaran Direncanakan di Polongan Enam, di Kawasan Hutan Lindung Aman Pemkab Pasaman Barat Sambut Pimpinan Baru Pengadilan Negeri Pasaman Barat, Perkuat Sinergi Forkopimda Aroma Malamang Tercium Wangi, Digelar di Masjid Raya IKK Ali Mukhni Sekda Doddy San Ismail Dikukuhkan Jadi Ketua HKTI Pasaman Barat Periode 2026-2031
Pemerintahan

Car Free Day, Bupati Padang Pariaman Ajak Perantau Pulang ke Kampung Halaman Untuk Mencicipi Kuliner Lokal

Admin Sumbarjaya.id 31 Agustus 2026, 05:06 WIB 18 views
Car Free Day, Bupati Padang Pariaman Ajak Perantau Pulang ke Kampung Halaman Untuk Mencicipi Kuliner Lokal
Padang Pariaman, Sumbarjaya.id - Pada pagi hari tidak sekadar menjadi waktu untuk berolahraga bagi Bupati Padang Pariaman Dr. H. John Kenedy Azis, SH.MH. Bersama rombongan, Bupati mengawali perjalanan menuju lokasi Car Free Day (CFD) dengan bersepeda melalui sejumlah kawasan di Kecamatan Ulakan Tapakis dan Nan Sabaris, Minggu (30/8/2026).

Perjalanan dimulai dari Pendopo Bupati di Karan Aur, Kota Pariaman. Dengan semangat putar roda, Bupati dan rombongan menyusuri jalan sembari menyapa masyarakat sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi CFD di kawasan Kantor Wali Nagari Katapiang–Poltekpel Sumbar.

Disaat itulah ada momen menarik di tengah perjalanan. Bupati bersama rombongan menyempatkan diri berhenti dan menikmati sarapan sederhana di sebuah warung milik warga, Kedai Ajoeri, di Sungai Gimba, Nagari Padang Bintungan.

Di kedai tersebut, suasana pagi terasa akrab. Tidak ada sekat antara pemimpin daerah dan masyarakat. Bupati duduk bersama warga sambil menikmati sejumlah kuliner tradisional, mulai dari katupek, lapek nagosari, sala hingga bakwan.

Sambil menikmati sarapan, Bupati bahkan mengajak masyarakat, khususnya perantau yang pulang ke kampung halaman, untuk singgah dan mencicipi kuliner lokal yang ada di kawasan tersebut.

“Kalau dunsanak-dunsanak pulang dari rantau, cobolah singgah kemari. Khususnya di Kecamatan Ulakan Tapakis, Nagari Padang Bintungan. Cobolah terai Katupek Ajoeri. Lamak, alhamdulillah,” ujar Bupati.

Momen sederhana itu memperlihatkan bagaimana olahraga dan aktivitas pemerintahan dapat sekaligus menjadi ruang untuk mendekatkan pemimpin dengan masyarakat serta menggerakkan ekonomi warga.

Setelah menikmati sarapan, Bupati dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju lokasi CFD.

CFD Bukan Sekadar Olahraga.

Berbagai kegiatan disiapkan untuk masyarakat, mulai dari Senam SKJ Spesial ASN dan masyarakat, sepeda santai, jalan santai, hingga bazar UMKM.

Tidak kalah menarik, masyarakat juga diajak mengikuti game tendangan penalti berhadiah doorprize spesial yang dipusatkan di Pos Pemuda Korong Simpang.

Bupati mengajak masyarakat dan jajaran ASN untuk bersama-sama meramaikan CFD. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga ruang bertemu, bersilaturahmi dan menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jangan hanya datang untuk berolahraga, tetapi mari kita manfaatkan CFD sebagai ruang berkumpul, bersilaturahmi, menikmati suasana dan mendukung UMKM lokal,” ajaknya.

Semangat itu terasa sejak perjalanan menuju lokasi. Dari putar roda bersama, berhenti menikmati katupek di warung warga, hingga berkumpul bersama masyarakat di CFD. 

Dan seluruh rangkaian pagi tersebut menjadi gambaran sederhana bahwa ruang publik dapat menjadi tempat bertemunya olahraga, kebersamaan dan ekonomi kerakyatan.

CFD Padang Pariaman pun diharapkan terus berkembang sebagai ruang publik yang hidup—tempat masyarakat bergerak bersama, bersilaturahmi, menikmati kuliner lokal, sekaligus memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM.

Minggu pagi bukan hanya tentang keringat. Di Padang Pariaman, ada roda yang berputar, ada silaturahmi yang terjalin, ada katupek yang dinikmati bersama, dan ada ekonomi warga yang ikut bergerak. ( Jef )
Bagikan artikel ini: